IBD


KARYA ILMIAH


TEORI BUDAYA



OLEH:

HARIS RIZQI AKBAR

10221853

FAKULTAS EKONOMI MANAJAMEN

UNIVERSITAS GUNADARMA

2021

                        

PENDAHULUAN

 
A. LATAR BELAKANG

Keberagaman Sosial Budaya dan Masalahnya

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Indonesia merupakan salah satu Negara yang mempunyai banyak keanekaragaman budaya yang sangat menarik dan unik. Dalam era modernisasi sekarang ini, tidak sedikit penduduk Indonesia yang menganut budaya asing dan melupakan budaya sendiri. Perkembangan teknologi dan masuknya budaya barat ke Indonesia, tanpa disadari secara perlahan telah menghancurkan kebudayaan daerah. 



B.    RUMUSAN MASALAH

            1. Tuliskan teori-teori budaya menurut berbagai sumber!

            2. Apa teori budaya menurut penulis?

C.    TUJUAN PENELITIAN

            1. Mendeskripsikan tentang kebudayaan.

            2. Mengerti tentang budaya.

            3. Bisa menjelaskan tentang teori budaya menurut beberapa sumber.

D.    MANFAAT PENELITIAN

1. Untuk mengetahui dan mengenal berbagai macam budaya yang terdapat di indonesia.

2. Untuk menambah wawasan tentang kebudayaan.

3. Supaya pembaca ikut melestarikan budaya supaya tidak punah.



PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN TEORI BUDAYA 

Teori - Teori Budaya

Teori budaya sejatinya merupakan istilah yang diterapkan secara beragam sebagai upaya untuk mengkonseptualisasikan dan memahami dinamika budaya. Teori budaya biasanya melibatkan berbagai pendapat tentang hubungan antara budaya dan alam, budaya dan masyarakat, pembagian antara budaya tinggi dan budaya rendah, serta keterkaitan antara tradisi budaya dan perbedaan budaya.

 Teori budaya juga ditandai dengan keterkaitan dengan konsep yang kerap diambil untuk melingkupi beberapa hal mendasar yang dikaitkan dengan budaya itu sendiri. Dalam ilmu komunikasi, istilah teori budaya merujuk pada salah satu pendekatan dari pendekatan kajian kritis/budaya atau critical/cultural studies yaitu cultural studies atau kajian budaya.

Ono dalam Eadie (2009) menjelaskan bahwa istilah critical atau kritik kerapkali mengacu pada mereka yang menganut teori kritis dan tradisi Marxist. Sedangkan, istilah cultural atau budaya mengacu pada kajian budaya dan kajian budaya tradisi Inggris Raya yang menitikberatkan pada beberapa aspek budaya seperti gender, ras, etnis, orientasi seksual, dan kelompok-kelompok sub budaya seperti kelompok anti-globalisasi dan kelompok pecinta lingkungan.

Kajian budaya di masa awal kerapkali diasosiasikan dengan para peneliti atau akademisi yang mengenalkan kajian budaya untuk pertama kalinya dan sekaligus menjadi bagian dari Centre for Contemporary Cultural Studies (CCCS), Universitas Birmingham, Inggris yaitu E.P Thompson, Richard Hoggart, dan Raymond Williams diikuti kemudian oleh Stuart Hall dan lain-lain.

Mereka mencatat bahwa bahwa anggota kelas pekerja menggunakan produk-produk budaya massa untuk mendefinisikan identitas diri mereka sendiri melalui cara berpakaian, musik yang didengar, gaya rambut yang disukai, dan lain sebagainya.

Khalayak tidak terlihat dimanipulasi oleh media sebagaimana pendapat yang dikemukakan oleh Aliran Frankfurt, malahan hubungannya jauh lebih kompleks. Anggota khalayak mengambil produk-produk budaya massa, mendefinisikan kembali makna, dan menciptakan definisi citra diri mereka yang baru. Teori ini kemudian memperoleh momentumnya selama tahun 1960an dan 1970an.

Menurut Atmadja, teori kebudayaan adalah kebudayaan yang timbul sebagai suatu usaha budi daya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan di daerah-daerah seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa.

Berikut adalah beberapa pengertian teori budaya yang dikemukakan oleh para ahli.


John Hartley (2002) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan teori budaya atau kajian budaya adalah kajian tentang budaya sebagai politik, budaya sebagai kehidupan yang dijalani, budaya sebagai teks, dan budaya secara jamak.

Dictionary of Media and Communications (2009) menyatakan bahwa teori budaya dimaknai sebagai gagasan bahwa makna-makna budaya dinegosiasikan oleh media dan khalayak saat keduanya berinteraksi.

Dictionary of Massa Communication dan Media Research (2005) mendefinisikan kajian budaya sebagai perspektif teoretis yang memandang media massa sebagai produsen isi media massa yang mendukung praktik diskriminasi atau opresif terhadap perempuan, kaum minoritas, homoseksual, serikat buruh, dan/atau aktivis lingkungan.

Karma R. Chavez dalam Littlejohn dan Foss (2009) mengartikan kajian budaya sebagai salah satu bidang studi akademis lintas disiplin ilmu yaitu kajian budaya yang meliputi ekonomi politik, kajian literasi, antropologi budaya, filsafat, kajian Amerika, kajian gender, kajian film, dan kajian komunikasi.

A Dictionary of Cultural and Critical Theory (2010), teori budaya disebut juga dengan kajian budaya yang merupakan salah satu tradisi penelitian yang meneliti konteks budaya sebagai hal yang penting untuk memahami media secara lebih akurat. Kajian budaya memfokuskan perhatiannya pada penggunaan media untuk menciptakan beragam bentuk budaya yang membentuk kehidupan sehari-hari.


B.    BUDAYA MENURUT PANDANGAN PENULIS

Dari beberapa sumber  diatas dapat disimpulkan bahwa Budaya merupakan suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosial-budaya ini meliputi banyak kegiatan sosial manusia yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang, juga diturunkan dari generasi ke generasi.



PENUTUP

A.    KESIMPULAN 

Budaya adalah suatu pola hidup menyuluruh yang bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Yang dimiliki bersama oleh sekelompok orang, serta diwariskan dari generasi ke generasi.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kebudayaan adalah ras, lingkungan geografis, perkembangan teknologi, hubungan antar bangsa, sosial, religi, prestige, mode.

Comments