PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
1. Tuliskan teori-teori budaya menurut berbagai sumber!
2. Apa teori budaya menurut penulis?
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Mendeskripsikan tentang kebudayaan.
2. Mengerti tentang budaya.
3. Bisa menjelaskan tentang teori budaya menurut beberapa sumber.
D. MANFAAT PENELITIAN
1. Untuk mengetahui dan mengenal berbagai macam budaya yang terdapat di indonesia.
2. Untuk menambah wawasan tentang kebudayaan.
3. Supaya pembaca ikut melestarikan budaya supaya tidak punah.
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN TEORI BUDAYA
Teori budaya sejatinya merupakan istilah yang diterapkan secara beragam sebagai upaya untuk mengkonseptualisasikan dan memahami dinamika budaya. Teori budaya biasanya melibatkan berbagai pendapat tentang hubungan antara budaya dan alam, budaya dan masyarakat, pembagian antara budaya tinggi dan budaya rendah, serta keterkaitan antara tradisi budaya dan perbedaan budaya.
Teori budaya juga ditandai dengan keterkaitan dengan konsep yang kerap diambil untuk melingkupi beberapa hal mendasar yang dikaitkan dengan budaya itu sendiri. Dalam ilmu komunikasi, istilah teori budaya merujuk pada salah satu pendekatan dari pendekatan kajian kritis/budaya atau critical/cultural studies yaitu cultural studies atau kajian budaya.
Ono dalam Eadie (2009) menjelaskan bahwa istilah critical atau kritik kerapkali mengacu pada mereka yang menganut teori kritis dan tradisi Marxist. Sedangkan, istilah cultural atau budaya mengacu pada kajian budaya dan kajian budaya tradisi Inggris Raya yang menitikberatkan pada beberapa aspek budaya seperti gender, ras, etnis, orientasi seksual, dan kelompok-kelompok sub budaya seperti kelompok anti-globalisasi dan kelompok pecinta lingkungan.
Kajian budaya di masa awal kerapkali diasosiasikan dengan para peneliti atau akademisi yang mengenalkan kajian budaya untuk pertama kalinya dan sekaligus menjadi bagian dari Centre for Contemporary Cultural Studies (CCCS), Universitas Birmingham, Inggris yaitu E.P Thompson, Richard Hoggart, dan Raymond Williams diikuti kemudian oleh Stuart Hall dan lain-lain.
Mereka mencatat bahwa bahwa anggota kelas pekerja menggunakan produk-produk budaya massa untuk mendefinisikan identitas diri mereka sendiri melalui cara berpakaian, musik yang didengar, gaya rambut yang disukai, dan lain sebagainya.
Khalayak tidak terlihat dimanipulasi oleh media sebagaimana pendapat yang dikemukakan oleh Aliran Frankfurt, malahan hubungannya jauh lebih kompleks. Anggota khalayak mengambil produk-produk budaya massa, mendefinisikan kembali makna, dan menciptakan definisi citra diri mereka yang baru. Teori ini kemudian memperoleh momentumnya selama tahun 1960an dan 1970an.
Menurut Atmadja, teori kebudayaan adalah kebudayaan yang timbul sebagai suatu usaha budi daya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan di daerah-daerah seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa.
Berikut adalah beberapa pengertian teori budaya yang dikemukakan oleh para ahli.
Dari beberapa sumber diatas dapat disimpulkan bahwa Budaya merupakan suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosial-budaya ini meliputi banyak kegiatan sosial manusia yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang, juga diturunkan dari generasi ke generasi.
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Budaya adalah suatu pola hidup menyuluruh yang bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Yang dimiliki bersama oleh sekelompok orang, serta diwariskan dari generasi ke generasi.
Beberapa faktor yang mempengaruhi kebudayaan adalah ras, lingkungan geografis, perkembangan teknologi, hubungan antar bangsa, sosial, religi, prestige, mode.
Comments
Post a Comment